1. Tulislah
buku yang bakal kamu baca. Logikanya, kalau tulisan itu buat penulisnya aja gak
menarik, gimana dengan orang lain? Ada jenis penulis yg menulis karena tuntutan
pasar, tapi yg namanya selera pasar kan cepet berubah. Tulisan kamu baru
selesai eh udah trennya ganti.
2. Ketika
menemukan sebuah ide cerita menarik, gak harus selalu ditargetin jadi novel.
Bisa aja itu jadi cerpen, novelet, atau naskah film.
3. Hindari
meletakkan adegan penting pada bagian sebelum bab 1 (termasuk prolog), mungkin
bakal ter-skip oleh pembaca.
4. Pastikan
paragraf awal dibuka dengan hal yang penting, jangan bertele-tele dan langsung membuat pembaca menutup buku kamu
begitu saja.
5. Narasi
dalam tulisan kamu menunjukkan adanya perkembangan dalam cerita, entah itu
karakter, setting, konflik, dll.
6. Jangan
abaikan pentingnya deskripsi. Fungsinya tak sekadar ornamen yang mempercantik
tulisan. Minim deskripsi minim kekuatan.
7. Di
saat otak sudah penat, tinggalkan saja tulisanmu. Jalan-jalan atau melakukan
kegiatan lain akan lebih baik untuk mendapatkan tenaga baru.
8. Menulis
itu akan menyita waktu dan lainnya, jangan setengah-setengah pada komitmen awal
untuk menyelesaikan tulisanmu sendiri. Selesaikanlah tanpa buru-buru. Menulis
bukan sesuatu yang harus diselesaikan dengan tergesa hingga melewatkan banyak
hal penting.
Itu tadi sedikit ilmu dari Hilary
Mantel, seorang penerima Costa lewat novelnya Bring up the Bodies.
Sumber: https://twitter.com/de_teens
Tidak ada komentar:
Posting Komentar