Kamis, 19 Juni 2014

Menciptakan Karakter Antagonis Menurut Chuck Wendig




1.      Tokoh antagonis itu haruslah seseorang yang benar-benar  membawa masalah besar dan seimbang dengan karakter si protagonis.
2.      Karakter antagonis ditampilkan bukan hanya untuk numpang lewat, namun juga mengendalikan plot, bahkan memperngaruhi tokoh protagonis.
3.      Tokoh antagonis mempu memperlihatkan karakter yang kontras dengan protagonis, memiliki sisi jahat yang menonjol dan kuat.
4.      Tokoh antagonis menyebabkan munculnya konflik dalam dunia tokoh protagonis, ada kesenangan yang ia rasakan jika berhasil beraksi.
5.      Antagonis menganggap dirinyalah protagonis, menjadi hero sementara lawannya adalah sosok antagonis sesungguhnya. Kuatnya karakter antagonis mampu membuat dukungan pembaca terhadap si tokoh protagonis berkurang bahkan berbalik.
6.      Karakter antagonis pun juga harus punya motivasi dan spirit yang membuat dirinya kuat dalam menghadapi tokoh protagonis yang didambakan oleh pembaca.
7.      Semua tokoh vilain adalah antagonis, tapi tidak semua antagonis itu vilain. Contohnya pada cerita-cerita  pembunuh berantai dan vampir.
8.      Untuk menciptakan tokoh antagonis, cobalah merujuk pada tokoh di novel2 populer, seperti Voldemort, Darth Vader, Gollum, dll.
9.      Untuk mendapatkan "nafas" yang pas, cobalah menulis cerita dari sudut pandang si tokoh antagonis, akan beda dengan memakai sudut pandang tokoh protagonis.
10.  Tokoh antagonis yang terlalu kuat menjadi tidak menarik lagi bagi pembaca. Buatlah yang seimbang.
11.  Tokoh antagonis juga mampu menarik emosi pembaca, bukan yang berjarak pada pembaca. Ia mungkin mampu membuat pembaca bersedih.
12.  Jika si tokoh protagonis selalu diselamatkan oleh penulis, maka tokoh antagonis adalah yang kebagian "sial" menjadi pihak yg dikorbankan.
13.  Biarkan sesekali antagonis menang, karena itu akan menjadi alasan sebuah cerita berlanjut. Tapi tidak selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar