1. Tokoh
antagonis itu haruslah seseorang yang benar-benar membawa masalah besar dan seimbang dengan
karakter si protagonis.
2. Karakter
antagonis ditampilkan bukan hanya untuk numpang lewat, namun juga mengendalikan
plot, bahkan memperngaruhi tokoh protagonis.
3. Tokoh
antagonis mempu memperlihatkan karakter yang kontras dengan protagonis,
memiliki sisi jahat yang menonjol dan kuat.
4. Tokoh
antagonis menyebabkan munculnya konflik dalam dunia tokoh protagonis, ada
kesenangan yang ia rasakan jika berhasil beraksi.
5. Antagonis
menganggap dirinyalah protagonis, menjadi hero sementara lawannya adalah sosok
antagonis sesungguhnya. Kuatnya karakter antagonis mampu membuat dukungan
pembaca terhadap si tokoh protagonis berkurang bahkan berbalik.
6. Karakter
antagonis pun juga harus punya motivasi dan spirit yang membuat dirinya kuat
dalam menghadapi tokoh protagonis yang didambakan oleh pembaca.
7. Semua
tokoh vilain adalah antagonis, tapi tidak semua antagonis itu vilain. Contohnya
pada cerita-cerita pembunuh berantai dan
vampir.
8. Untuk
menciptakan tokoh antagonis, cobalah merujuk pada tokoh di novel2 populer,
seperti Voldemort, Darth Vader, Gollum, dll.
9. Untuk
mendapatkan "nafas" yang pas, cobalah menulis cerita dari sudut
pandang si tokoh antagonis, akan beda dengan memakai sudut pandang tokoh
protagonis.
10. Tokoh
antagonis yang terlalu kuat menjadi tidak menarik lagi bagi pembaca. Buatlah
yang seimbang.
11. Tokoh
antagonis juga mampu menarik emosi pembaca, bukan yang berjarak pada pembaca.
Ia mungkin mampu membuat pembaca bersedih.
12. Jika
si tokoh protagonis selalu diselamatkan oleh penulis, maka tokoh antagonis
adalah yang kebagian "sial" menjadi pihak yg dikorbankan.
13. Biarkan
sesekali antagonis menang, karena itu akan menjadi alasan sebuah cerita
berlanjut. Tapi tidak selamanya.
Sumber: https://twitter.com/de_teens
Tidak ada komentar:
Posting Komentar