Editor membuat beberapa catatan untuk penulis. Nah, ini
semacam kumpulan beberapa catatan editor utk penulis.
1.
Prolog. Idealnya, prolog itu 1-2 halaman. Jangan
setengah halaman, atau malah 5 lembar. Biasanya ada jeda waktu antara isi
prolog dengan bab pertama. Misalnya, pada prolog menceritakan tokoh berpisah
dengan saudaranya ketika masih kecil. Pada bab pertama, si tokoh sudah remaja.
2.
Bedakan awalan dan imbuhan. Kalau awalan,
mengacu kata tempat, jadi dipisah, misal "di sana", "di
Surabaya", "ke tempat sampah", dsb. Kalau imbuhan, digabung,
misal dilarang, dipisah, diganti, diculik, dsb.
3.
Untuk menekankan kalimat atau kata, tak perlu
pakai huruf kapital semua. Mainkan tanda baca untuk dramatisasi. Misal, untuk
menekankan kata ‘sakit’. "Hatiku sakit mendengarnya. Sakit!"
4.
Dalam satu dialog, tidak boleh ada penumpukan
tokoh. Misal, "Ve, gimana perusahaan truk molenmu?" tanya Misni. Ve
bergeming, tak mendengar ucapan Misni lantaran syok melihat foto pacar
absurdnya Ita.
5.
Kata asing di-italic. Kalau kata asing itu
gabung dengan kata berbahasa Indonesia, dikasih tanda hubung, misal: feeling
(italic) -ku.
6.
Kalimat yang diucapkan tokoh di dalam hati juga
di-italic.
7.
Hati-hati dengan tanda koma karena bisa mengubah
makna. Misal, "Ayo, makan, Geri!" (yang ini nyuruh Geri makan).
"Ayo, makan Geri!" (yang ini si Geri yang dimakan). :D
8.
Untuk pembentukan kalimat, jangan kaku, S-P-O-K.
Variasikan dengan keterangan didepan, dsb. Pun, jangan terlalu banyak
kehilangan subjek. Apalagi kalau tokohnya banyak, jadi bingung.
9.
Hati-hati dengan logika cerita. Contohnya,
ketika mengangkat setting tahun 80-an, para tokohnya jangan pakai gadget. #ParahAbis
10.
Kalau pakai sudut pandang orang pertama (aku),
artinya penulis harus memposisikan diri sebagai tokoh. Jadi, tokoh aku nggak
mungkin tau isi hati tokoh lain atau yang diperbuat tokoh lain di tempat lain.
Kecuali, kalau si aku ini cenayang! :D
11.
Bedakan kata sapaan dan kata bermakna
kepemilikan. Kalau sapaan, pakai huruf kapital. Misal, "Aku sayang
Mama." Kalau bermakna kepemilikan, pakai huruf kecil. "Aku sayang
mamaku."
12.
Hindari kalimat nggak efektif. "Aku sungguh
teramat sangat benci sekali padanya!" <-- saking bencinya. Ckp,
"Aku benci sekali padanya!"
Sumber: https://twitter.com/PING_Fiction
Tidak ada komentar:
Posting Komentar