Jumat, 23 September 2016

Tugas SPB



KENALILAH DIRI KALIAN 
WAHAI PARA PENERUS BANGSA!!!

MATERI 1: Konsep Diri, oleh Kak Hasan Fahrezi

Dari mana kamu berasal? Dimana kamu sekarang? Dan hendak kemana kamu akan pergi? Pertanyaan sederhana namun cukup membuat galau bila dipikirkan secara serius. Pertanyaan yang sangat tepat ditanyakan kepada para mahasiswa generasi sekarang. Mayoritas mahasiswa saat ini telah kehilangan jati diri dan hakekat dirinya yang menyandang status mahasiswa. Alangkah indahnya bila kita mendengar jawaban seperti, Saya berasal dari desa terpencil, sekarang saya kuliah di UNS, dan saya akan kembali ke desa saya untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan agar  desa saya menjadi lebih maju, namun jawaban mainstream yang biasanya kita dapatkan adalah, misalnya, saya berasal dari kampung, saya sekarang kuliah di UNS, dan saya akan ke kota besar untuk bekerja agar menjadi kaya. Paradigma yang salah yang ada selama ini.
Oleh karena itu pengenalan yang mendalam akan diri sendiri sangat dibutuhkan. Temukan satu saja kata dan mantapkan diri untuk menjawab pertanyaan “siapa diri Anda?” Agar anda benar-benar mengenal siapa diri anda yang sebenarnya. Pada dasarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut, jawaban dari masing-masing kita intinya adalah beberapa point, yaitu:
1)     Citra Tubuh
Misalnya: Saya Wanita, Saya Kuat, Saya Tinggi, Saya gemuk, dll
2)      Diri ideal (hal yang diinginkan)
Misalnya: Saya Cantik, dll
3)      Harga Diri (menilai diri masing-masing)
Tentang segala hal yang sebenar-benarnya ada pada diri kita.
4)      Peran
Peran yang kita lakukan.
Perlu juga membuat analisis SWOT untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan diri. Analisis tersebut antara lain, strength (kekuatan) yang berasal dari dalam sendiri. Weakness (kelemahan) yang berasal dari dalam diri sendiri. Opportunities (peluang) ini adalah kekuatan yang muncul dari luar diri. Dan yang terakhir adalah threat (hambatan) merupakan hambatan yang berasal dari luar diri. Misalnya: 
Setelah kita benar benar mengetahui apa kelebihan dan kekurangan kita, maka kita bisa menangani kekurangan kita dengan memaksimalkan kelebihan yang kita miliki.
Sebagai manusia kita memiliki banyak sekali identitas. Identitas disini dapat diartikan juga sebagai tanggung jawab. Misalnya, terhadap Tuhan, identitas kita adalah sebagai hamba yang mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya; dalam lingkungan sosial, identitas kita adalah sebagai anggota masyarakat yang memiliki kewajiban untuk mendatangkan kebermanfaatan bagi lingkungan; dan kewajiban bagi diri sendiri adalah pemenuhan kesejahteraan diri. Dan masih banyak lagi identitas diri yang kita miliki. Pada dasarnya segala bentuk identitas diri tersebut adalah tentang kebermanfaat. Tidak mungkin setiap waktu kita bisa mengingat dari setiap identitas yang kita miliki, jadi biarlah semuanya berjalan secara otomatis sesuai alurnya, dan pastikan bahwa identitas yang kita miliki mendatangkan kebermanfaatan.

MATERI 2: Peran Mahasiswa, oleh Kak Edo (IPB)
Sudahkah sadar? Sekarang kita adalah seorang mahasiswa. Segala bentuk kegiatan dan tanggung jawab sudah barang tentu berbeda dengan anak-anak yang masih sekolah. Lantas muncul pertanyaan, apa bedanya antara mahasiswa dan siswa? Jawabannya adalah kemandirian. Seorang mahasiswa harus bisa mengatur dirinya sendiri. Mungkin apabila mahasiswa tersebut sudah tinggal jauh dengan orang tua atau ngekos, maka dia sudah belajar untuk mengurusi dirinnya sendiri. Namun apabila mahasiswa tersebut masih tinggal bersama orang tua, maka harus merubah perilaku jangan seperti anak SMA.
Pada dasarnya mandiri bukan hanya peduli dengan diri sendiri, tetapi juga peduli dengan orang lain. Individual Social Responsibility atau tanggung jawab sosial individu adalah peran apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa untuk masyarakat. Misalnya saja apabila dalam suatu kampung terdapat beberapa pemuda, namun hanya diri kita saja yang kuliah, maka para pemuda tersebut menjadi tanggung jawab kita. Intinya jangan memperkecil tujuan hanya untuk diri sendiri, tapi perluas tujuan agar menjadi bermanfaat untuk orang tua, keluarga, teman, kota, dan Indonesia.
Peran mahasiswa dapat diklasifikasikan ke dalam empat hal, yaitu:
1)     Agent of Change (membangun kesadaran)
Ambilah peran mulai dari sekarang. Misalnya dalam hal sederhana mengikuti acara kampung. Lebih mengenal Pak RT dan Pak RW untuk kemudian bekerjasama membuat suatu program yang berguna bagi kampung tersebut. Mungkin program masyarakat melek internet, atau membuat usaha bersama tambak lele.
2)      Iron stock (kekuatan kepemimpinan)
Masing masing diri kita adalah pemimpin bagi diri sendiri. Apalagi bagi kaum laki-laki, memang sudah fitrahnya untuk menjadi imam atau pemimpin. Sebagai mahasiswa hendaknya kita bisa menjadi pemimpin atau teladan dimanapun kita berada.
3)      Social Control (Aksi mahasiswa)
Sebagai mahasiswa kita harus peka terhadap masalah-masalah yang terjadi baik di sekeliling kita maupun di negara ini. ketika terjadi ketidakberesan dalam sistem masyarakat atau pemerintahan maka kita harus berani menyuarakannya dan harus mampu memberi solusi atas masalah tersebut. Namun jangan asal melakukan aksi, kita harus mengkaji secara mendalam terhadap masalah tersebut agar diketemukan solusi yang benar-benar tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi.
4)     Moral Force (penggerak moral)
Mahasiswa pada dasarnya adalah orang-orang yang terdidik dan memiliki budi pekerti yang baik. Hendaknya mahasiswa mampu memberi teladan moral yang baik bagi setiap orang yang ada di sekitarnya.

Intinya, kenali dulu lingkungannya, baru setelah itu temukan apa yang bisa kamu lakukan. Terus berupaya berperan aktif dalam segala lini masyarakat. Sebagai mahasiswa, sarjana itu pasti, tetapi sarjana yang memiliki banyak cerita itu pilihan.


MATERI 3: Kepenulisan, oleh Kak Yuli Ardika Prihatama (alumni UNS)

Jika kita menganggap diri kita adalah generasi penerus bangsa, maka bangsa seperti apakah yang akan kita teruskan? Sebelum menjadi generasi penerus bangsa, baiknya meluruskan fikiran kita, baik mengenai titik asal diri kita dan titik yang akan kita tuju. Karena fikiran yang ditusuk dengan suatu faham yang salah akan jauh lebih berbahaya dibandingkan tubuh yang tertusuk pisau mematikan. Tubuh yang tertusuk pisau akhirnya hanya akan mati, namun fikiran yang tertusuk faham yang salah akan tersesat lalu mati dalam peradapan. Raganya memang masih hidup namun pada hakekatnya dia telah mati.
Sesuatu yang diteruskan harus ada titik awalnya. Begitu juga dengan menulis. Sebenarnya apasaja yang ada dalam kepenulisan? Berikut ini beberapa hal terkait kepenulisan.


v  Tujuan Menulis
a.      Mengawal pikiran masyarakat
b.     Membangun kesadaran nasional
c.      Menentang penyimpangan dan ketidakadilan
d.     Membangun persatuan

v  Kriteria sebuah tulisan yang baik
a.      Mudah dimengerti
b.     Komunikatif
c.      Sesuai konteks dan kebutuhan
d.     Memenuhi standar etika dan keadilan

v  Modal agar bisa menulis dengan baik
-        Mendengarkan semua hal dan menyaring dengan kesadaran akal.
-        Optimasi mekanisme pandang (menurut Sobrong “Neo Letto”)
1.     Sudut Pandang
2.     Cara Pandang
3.     Jarak Pandang
4.     Resolusi Pandang
-        Kreativitas dan keberanian ekspresi jiwa dalam bahasa
v  Mari menulis...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar