Sabtu, 19 April 2014

#FiksiLaguku


 
Bayang-bayang Sendu

Tintir itu berliuk-liuk malu disentuh Sang Bayu. Malam telah larut, namun pena ini masih setia menemaniku. Kudengar suara langkah kaki mengiringi bayang-bayang hitam kian mendekat. 
Ujung mataku memburu. Sedang apa sosok itu? Dia duduk di kasurku. Dia belai lembut permukaan kasur tuaku. Dia termenung.
 “maafkan Bapak ya nak tidak bisa membelikanmu kasur yang empuk. Semoga suatu saat kamu bisa membeli kasur yang lebih empuk.”
Aku terdiam, terpana dengan apa yang ku lihat dan ku dengar. Mulutku terbekap, tak mampu berkata apa-apa. Dalam hati aku bergumam.
Oh Bapak,, bahkan engkau hanya tidur beralaskan tikar pandan yang telah koyak sana sini ,tidur diantara tumpukan kardus yang pengap itu. Namun kenapa engkau malah menangisi aku yang tidur di atas kasur yang lebih nyaman daripada tempat tidurmu?





Terinspirasi lagunya Didi Kempot_Bapak #FiksiLaguku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar