Senin, 15 Desember 2014

#Bunyi Puisi


Kembar Mayang

Kembar mayang yang sepasang.
Begitu lihai mengobrak-abrik hatiku yang tengah gusar.
Gelap!
Tak ada tikungan, tak ada pintasan.
Kau terus melaju tanpa mempedulikan.

Janur kuning yang tersampir.
Begitu dasyat memukulku untuk mundur beberapa hasta.
Telah sanggup memberiku kaca benggala.
Bilakah ku tahu diri?
Ataukah memang ku tak punya harga diri?

Jangkar yang telah diangkat.
Bahtera telah siap berangkat.
Kenapa Kau begitu jahat?
Membiarkanku terkapar sekarat.
Dasar keparat.


Diikutkan dalam tantangan Kampus Fiksi #BunyiPuisi.
NB: Ini kisah nyata. :D XD

2 komentar:

  1. terakhir-terakhir e kui rodok nyess ngunu :v tapi keren kok !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha Rodok nyess piye emange?
      Btw, thanks. :D

      Hapus